Ketahui Cara Mengatasi Alergi Dingin Agar Tidak Semakin Parah

Ketahui Cara Mengatasi Alergi Dingin Agar Tidak Semakin Parah

Bagi beberapa orang, suhu dingin dapat memicu reaksi yang berlebihan pada kulit. Biasanya muncul setelah beberapa menit terpapar oleh suhu dingin. Reaksi yang muncul seperti ruam merah, bentol, rasa gatal, bersin hingga bengkak. Apabila dibiarkan maka bisa semakin parah sehingga Anda pelur tahu cara mengatasi alergi dingin dengan benar.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Dingin?

  1. Menjaga Tubuh Tetap Hangat

Saat menghadapi cuaca yang dingin, Anda harus wajib menghangatkan tubuh. Dengan cara memakai pakaian yang tebal seperti jaket, sweater, sarung tangan, penutup telinga, topi, dan syal. Terutama setiap kali ke luar rumah. Namun, bahan yang digunakan harus lembut dan baju tidak terlalu ketat. Saat tidur, jangan lupa gunakan selimut dan nyalakan penghangat ruangan kalau ada.

  1. Menghindari Pemicu Alergi

Pemicu dari alergi dingin bukan saja cuaca yang dingin. Bisa saja makanan dingin, minuman dingin atau pun tempat yang menggunakan AC misalnya. Apabila ingin berenang, sebaiknya masukkan telapak tangan terlebih dahulu ke dalam air. Tujuannya adalah untuk mengecek apakah ada reaksi alergi yang muncul karena perubahan suhu.

  1. Mengonsumsi Obat
  • Antihistamin

Obat alergi dingin yang umum diberikan oleh dokter adalah antihistamin. Jenisnya banyak seperti cetrizine, loratadine, fexofenadine, dan desloratadine. Cara kerja obat ini adalah dengan menghambat produksi histamin sehingga gejala alergi dapat mereda. Anda bisa mendapatkan antihistamin dalam bentuk kapsul, tablet, cairan yang disuntikkan, cairan yang diteteskan ke mata, dan krim.

  • Leukotriene Antagonis

Pada umumnya, leukotriene antagonis baru akan diberikan apabila antihistamin tidak mempan. Obat jenis ini dikhususkan untuk menekan produksi leukotrien dalam tubuh. Zat tersebut merupakan penyebab inflamasi pada kulit akibat alergi dingin. Namun, ada beberapa efek samping dari obat ini antara lain demam ringan, batuk, sakit perut, dan sakit kepala.

  • Epniefrin

Obat epniefrin berbentuk cairan yang disuntikkan. Dokter akan memberikan epniefrin apabila gejala alergi dingin semakin parah. Misalnya, terjadi pembengkakan pada tenggorokan atau bagian lain. Dengan menyuntikkan epniefrin, maka saluran udara di paru-paru akan terbuka. Sehingga gejala seperti gatal, sesak naas, dan inflamasi akan dikurangi. Anda tidak boleh menggunakan epniefrin tanpa resep dari dokter.

  • Glukokortikoid

Sama dengan epniefrin, glukokortikoid merupakan jenis obat suntik. Jenis yang umum diresepkan dokter adalah prednisolone dan prednisone. Obat ini dikhususkan sebagai antiradang sehingga meredakan gejala alergi yang Anda alami. Beberapa efek samping yang mungkin timbul yaitu berat badan naik, gangguan tidur dan gula darah meningkat. Maka dari itu harus selalu membutuhkan resep dokter.

Obat yang benar-benar menyembuhkan alergi dingin memang tidak ada. Pada umumnya, obat-obatan yang beredar hanya mengurangi gejala agar tidak semakin parah. Selain itu, beberapa pencegahan non medis seperti menggunakan pakaian hangat dan menghindari makanan/minuman dingin wajib dilakukan. Biasanya, alergi dingin akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu atau bulan.

admin

Related Posts

Ini Alasan Susu Cair Chil Go Terbaik bagi Anak

Ini Alasan Susu Cair Chil Go Terbaik bagi Anak

4 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol yang Tepat

4 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol yang Tepat

3 Hal Penting dan Mendasar dalam Menyambut Kelahiran Buah Hati

3 Hal Penting dan Mendasar dalam Menyambut Kelahiran Buah Hati

Review Produk Vitabumin, Suplemen Penambah Nafsu Makan si Kecil

Review Produk Vitabumin, Suplemen Penambah Nafsu Makan si Kecil

Artikel Terbaru