3 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia yang Jadi Primadona

3 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia yang Jadi Primadona

Ekonomi kreatif di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, produk dari sektor ini telah menyumbang pendapatan paling besar ekspor Produk Domestik Bruto (PBD) Indonesia. Tiga subsektor ekonomi kreatif yang paling diunggulkan adalah fashion, kuliner, dan kriya.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia di peringkat 3 untuk negara dengan kontribusi ekonomi kreatif paling besar di dunia. Hal ini menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa sejak industri kreatif mulai digalakkan pada masa pemerintahan Presiden SBY.

Subsektor Ekonomi Kreatif Unggulan

Indonesia memiliki total kontribusi ekonomi kreatif di angka 7,28 persen, dikalahkan oleh Amerika Serikat dengan 11,36 % dan Korea Selatan 8,9%. Pencapaian angka tersebut didukung oleh 3 subsektor yang akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

  • Kuliner

Kuliner menjadi subsektor dari ekonomi kreatif yang paling diunggulkan sejak 2016. Saat ini kuliner tak hanya menjadi kebutuhan pokok masyarakat untuk bertahan hidup, namun juga menjadi bagian dari gaya hidup atau lifestyle.

Industri kuliner tak hanya dituntut untuk memberikan cita rasa pada sajian, namun juga harus memenuhi kebutuhan aktualisasi dan sosialisasi. Melihat perkembangan industri kuliner saat ini, mereka memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membuat sebuah komunitas.

Melihat data tahun 2018, industri kuliner memiliki nilai investasi sebesar Rp 56,20 triliun. Pertumbuhannya di 2019 sekitar 9-10%. Di 2019, industri kuliner yang meliputi makanan dan minuman selalu menjadi primadona yang mendukung industri pariwisata kuliner.

Tak hanya berkontribusi pada ekonomi makro, subsektor kuliner juga berperan dalam merangkul masyarakat yang ada di bawah. Industri kuliner berhasil menyerap tenaga kerja hingga 8,6 juta orang. Angka tersebut juga diprediksi terus mengalami peningkatan.

Sayangnya, industri kuliner di 2020 terpaksa harus menerima pukulan menyakitkan. Pandemi Covid 19 seperti menghancurkan semua mimpi dan proyeksi yang telah dibangun pada 2019.

Pemerintah mengambil kebijakan untuk menutup semua pariwisata dan membatasi akses keluar masuk wilayah. Hal ini berdampak langsung pada menurunnya pendapatan di subsektor kuliner.

  • Fashion

Subsektor unggulan yang kedua adalah fashion. Pola perkembangan industri fashion ini sangat mirip seperti usaha kuliner. Dahulu, masyarakat menganggap bahwa fashion hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang. Namun seiring berjalannya waktu, fashion telah menjadi simbol lifestyle.

Berdasarkan data 2016 saja, industri di subsektor ini sudah bisa berkontribusi sebesar Rp 166 Triliun untuk Gairah Ekonomi Indonesia. Angka tersebut setara dengan 18,01% dari jumlah secara keseluruhan.

Angka itu pula yang menetapkan industri fashion ada di bawah industri kuliner yang menyumbang 67,77% pada Gairah Ekonomi Kreatif Indonesia.

Produk fashion Indonesia tak hanya dinikmati oleh masyarakat dalam negeri. Masyarakat mancanegara juga mencintai produk Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan data Kementerian Perindustrian pada tahun 2016, ekspor fashion mencapai nilai 11,7 miliar Dolar Amerika.

Contoh produk fashion yang diekspor antara lain pakaian rajut dan pakaian non rajut. Tujuan ekspor produk fashion Indonesia antara lain Amerika dan negara-negara Eropa.

Pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor fashion terus digenjot oleh pemerintah dengan mengambil berbagai kebijakan berikut:

  • Meningkatkan produktivitas industri manufaktur di bidang fashion
  • Mengembangkan industri skala kecil dan menengah yang didirikan oleh para pemuda berbakat.
  • Mengadakan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan value atau nilai produk fashion di mata dunia.

Industri fashion Indonesia tersebar di beberapa wilayah. Wilayah yang menduduki peringkat teratas penghasil produk fashion terbesar antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, disusul oleh DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

  • Kriya

Subsektor unggulan yang ketiga ditempati oleh industri kriya. Industri di bidang ini juga tak bisa dilepaskan dari sektor pariwisata dan sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Apa saja yang dikategorikan sebagai kriya? Produk kriya meliputi semua karya seni yang terbuat dari:

  • Tekstil
  • Keramik
  • Kaca
  • Kulit
  • Logam
  • Kayu

Bahan-bahan di atas bisa sangat mudah didapatkan di Indonesia. Jadi tak heran jika masyarakat memanfaatkannya menjadi barang dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Produk kriya dari Indonesia banyak yang diekspor ke luar negeri. Masyarakat mancanegara lebih tertarik dengan produk kriya Indonesia karena unik dan terkenal buatan tangan.

Bekraf terus berupaya meningkatkan potensi di sektor ini dengan memberikan kemudahan akses modal dan menggiatkan promosi produk kriya secara besar-besaran.

Di tengah pandemi yang masih berlangsung saat ini, seluruh subsektor ekonomi kreatif diharapkan masih bisa bertahan dan tetap berkembang. Dengan menjaga stabilitas ekonomi kreatif, perekonomian nasional juga akan turut stabil mengingat sektor ini merupakan penyumbang PBD terbesar.

Sumber : https://www.kemenparekraf.go.id/

admin

Related Posts

Harga Sepeda Brompton Setara Dengan Kualitas Sepeda Yang Baik

Harga Sepeda Brompton Setara Dengan Kualitas Sepeda Yang Baik

Tertarik Kredit Innova? Yuk Baca Tips Penting yang Ada Dibawah

Tertarik Kredit Innova? Yuk Baca Tips Penting yang Ada Dibawah

Kenal Dekat Warehousing and Fulfillment Services

Kenal Dekat Warehousing and Fulfillment Services

Ingin Dapatkan Tupperware Lebih Murah? Terapkan 5 Cara Ini

Ingin Dapatkan Tupperware Lebih Murah? Terapkan 5 Cara Ini

Artikel Terbaru